Isa (bahasa Arab: عيسى, `Īsā, Essa; sekitar 1 - 32M)
adalah nabi penting dalam agama Islam dan merupakan salah satu dari Ulul
Azmi. Dalam Al-Qur'an, ia
disebut Isa bin Maryam atau Isa
al-Masih. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah
kepada Bani
Israil di Palestina.
Namanya disebutkan sebanyak 25
kali di dalam Al-Quran. Cerita tentang Isa kemudian berlanjut dengan
pengangkatannya sebagai utusan Allah, penolakan oleh Bani
Israil dan
berakhir dengan pengangkatan dirinya ke surga.
Etimologi
Kemudian, ia diyakini mendapatkan
gelar dari Allah dengan sebutan Ruhullah dan Kalimatullah.
Karena Isa dicipta dengan kalimat Allah "Jadilah!", maka terciptalah
Isa, sedangkan gelar Ruhullah artinya ruh dari Allah karena Isa langsung
diciptakan Allah dengan meniupkan ruh kedalam rahim Maryam binti Imran.
Genealogi
Narasi Qur'an tentang Isa dimulai
dari kelahiran Maryam sebagai putri dari Imran, berlanjut dengan tumbuh
kembangnya dalam asuhan Zakariya, serta
kelahiran Yahya. Kemudian
Al-Qur'an menceritakan keajaiban kelahiran Isa sebagai anak Maryam tanpa ayah.
|
“
|
(Ingatlah), ketika Malaikat
berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan
kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang)
daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia
dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). (Ali 'Imran: 45)
|
”
|
Dikisahkan pula bahwa selama Isa berada
didunia, ia tidak menikahi seorang wanita karena ia terlebih dahulu diangkat
oleh Allah kelangit. Akan tetapi, ada riwayat yang mengatakan bahwa Isa akan
menikah dengan salah satu umat Muhammad ketika ia turun dari langit, kejadian ini dikisahkan menjelang
akhir zaman.
Riwayat
Kelahiran
Muslim percaya pada konsep
kesucian Maryam, yang telah diceritakan sepanjang dalam beberapa ayat dalam Al
Qur'an. Menurut kisah di Al-Qur'an, Maryam selalu beribadah dan telah
dikunjungi oleh malaikat Jibril. Jibril
mengatakan kepada Maryam tentang akan diberikan calon anak yang bernama Isa,
Maryam sangat terkejut, karena ia telah bersumpah untuk menjaga kesuciannya
kepada Allah dan tetap mempertahankan hal itu dan bagaimana pula dia bisa hamil
tanpa seorang lelaki, lalu Jibril menenangkan Maryam dan mengatakan bahwa
perkara ini adalah perkara yang mudah bagi Allah, yang ingin membuat dia sebagai
tanda untuk manusia dan rahmat dari-Nya. Seperti halnya dalam konsep penciptaan
Adam tanpa ibu dan bapak.
Pembicaraan mereka terekam dalam
salah satu surah di dalam Al-Qur'an
|
“
|
Jibril berkata;
"Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu;
dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat
dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan". (surat Maryam: 21)
|
”
|
|
“
|
...Maha Suci Dia. Apabila Dia telah
menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah",
maka jadilah ia. (Maryam: 35)
|
”
|
Beberapa ayat lain terkait dengan
kelahiran Isa antara lain
|
“
|
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa
di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari
tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya "Jadilah" (seorang
manusia), maka jadilah dia. (Ali Imran: 59)
|
”
|
|
“
|
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang
telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh
dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar
bagi semesta alam (Al Anbiyaa': 21)
|
”
|
Setelah Isa berada di dalam rahim
Maryam, ia lalu mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah
timur. Disana ia melahirkan dan beristirahat di dekat sebuah batangpohon kurma. Isa kemudian berbicara memerintahkan ibunya dari buaian, untuk
mengguncangkan pohon untuk mengambil buah-buah yang berjatuhan, dan juga untuk
menghilangkan rasa takut Maryam dari lingkungan sekelilingnya Maryam berzinah,
kemudian Maryam menunjuk kepada anaknya yang baru lahir itu, maka Isa pun
menjawab
|
“
|
Sesungguhnya aku ini hamba Allah,
Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi; dan Dia
menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada dan Dia
memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku
hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang
sombong lagi celaka.. (Maryam: 30-32)
|
”
|
Referensi dalam hadits lain
adalah: "Ketika setiap manusia lahir. Setan menyentuh seorang bayi di
kedua sisi tubuh dengan dua jarinya, kecuali Isa a.s., putera Maryam, Setan
mencoba menyentuhnya tapi gagal, karena dia hanya menyentuh plasentanya
saja."[1]
Menurut al-Tabari, hal ini
disebabkan karena doa Maryam: "Aku berlindung kepada-Mu, untuk dia dan
keturunannya dari setan yang terkutuk."
Misi sebagai
nabi
Menurut teks-teks Islam, Isa
diutus kepada Bani
Israil, untuk mengajarkan tentang ke-esaan Tuhan dan menyelamatkan mereka dari kesesatan. Muslim percaya Isa telah dinubuatkan dalam Taurat,
membenarkan ajaran-ajaran nabi sebelumnya. Isa digambarkan juga dalam ajaran Islam, memiliki mukjizat sebagai bukti kenabiannya, seperti berbicara sewaktu masih bayi
dalam peraduan, memberikan nyawa/kehidupan pada burung yang terbuat dari tanah
liat, menyembuhkan orang yang terkena lepra,
menyembuhkan orang tuna
netra, membangkitkan orang mati dan meminta makanan dari surga atas permintaan murid-muridnya. Beberapa kisah menyebutkan bahwa Yahya bin Zakariyya[2] pernah bertemu dengan Isa di sungai
Yordan, sewaktu Yahya pergi ke Palestina.
Beberapa ayat dari Al Qur'an yang
menegaskan tentang kenabian Isa antara lain:
|
“
|
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku
ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang
nabi,dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada,
dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku
seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan
kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku
dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan
perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah
menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah",
maka jadilah ia. (Maryam: 30-35)
|
”
|
|
“
|
Dan tatkala Isa datang membawa keterangan
dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan
untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya,
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku". Sesungguhnya
Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang
lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka,
lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari
yang pedih (kiamat). (Az Zukhruf: 63-65)
|
”
|
|
“
|
Al Masih putera Maryam itu hanyalah
seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan
ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan.
Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami),
kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan
ayat-ayat Kami itu). (Al Maa'idah: 75)
|
”
|
|
“
|
Dan (ingatlah) ketika Allah
berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada
manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?".
Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa
yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah
Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang
ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang
ghaib-ghaib". Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang
Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah,
Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka,
selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku,
Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas
segala sesuatu. (Al Maa'idah: 116-117)
|
”
|
Isa dan
Ruhul Qudus
Qur'an juga menceritakan perihal
Isa yang diberikan kekuatan dengan ruh kudus oleh Tuhan.
|
“
|
Rasul-rasul itu Kami lebihkan
sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang
Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya
beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki,
niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah
rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan
tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada
(pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki,
tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang
dikehendaki-Nya. (Al Baqarah: 253)
|
”
|
|
“
|
(Ingatlah), ketika Allah
mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan
kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat
berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan
(ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan
(ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa
burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu
menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu
kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang
berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan
orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di
waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di
kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu
orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan
sihir yang nyata". (Al Maa'idah: 110)
|
”
|
[sunting]Isa tidak dibunuh ataupun disalib
Al-Qur'an menerangkan dalam surat
An Nisaa':157 bahwa Isa tidaklah dibunuh maupun disalib oleh orang-orang kafir.
Adapun yang mereka salib adalah orang yang bentuk dan rupanya diserupakan oleh
Allah seperti Isa. [4]
|
“
|
dan karena ucapan mereka:
"Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul
Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya,
tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi
mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan)
Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak
mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti
persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu
adalah Isa. (An Nisaa': 157)
|
”
|
Isa
diangkat ke langit
Muslim menyangkal adanya
penyaliban dan kematian atas diri Isa ditangan musuhnya. Al-Qur'an menerangkan
Yahudi mencari dan membunuh Isa, tetapi mereka tidak berhasil membunuh dan
menyalibkannya. Isa diselamatkan oleh Allah dengan jalan diangkat ke langit dan
ditempatkan disuatu tempat yang hanya Allah SWT yang tahu tentang hal ini. Al
Qur'an menjelaskan tentang peristiwa penyelamatan ini.
|
“
|
Tetapi (yang sebenarnya), Allah
telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana. (An Nisaa':158)
|
”
|
Ramalan
dan misi Isa di akhir zaman
Turun kembali ke bumi
Dari keterangan hadist Muhammad
diceritakan bahwa menjelang hari kiamat/akhir zaman Isa akan di turunkan oleh
Allah dari langit ke bumi.[5]Peristiwa
itu tergambar dari hadist berikut:
§ “Tidak ada
seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun
(dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah; bahwa ia adalah
seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia
akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah,
kepalanya seakan-akan meneteskan air waulupun ia tidak basah.”[6]
§ “Sekelompok
dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan
sampai hari kiamat,sehingga turunlah Isa bin Maryam ,maka berkatalah pemimpin
mereka (Al Mahdi): “Kemarilah dan imamilah salat kami”. Ia menjawab;”Tidak,
sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain,
sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam).”[7]
§ “Tiba-tiba
Isa sudah berada di antara mereka dan dikumandangkanlah salat,maka dikatakan
kepadanya, majulah kamu (menjadi imam salat) wahai ruh Allah.” Ia
menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami
salat kamu”.[8]
Menurut Islam, hal pertama yang
dilakukan Isa setelah turun dari langit adalah menuaikan salat sebagaimana yang
dijelaskan oleh hadist-hadist di atas. Isa akan menjadi makmum dalam salat yang
di imami oleh Imam
Mahdi.
Adapun lokasi turunnya Isa
dijelaskan oleh Muhammad dalam sebuah hadist berikut:
§ “Isa ibn
Maryam akan turun di ‘Menara Putih’ (Al Mannaratul Baidha’) di Timur Damsyik.”[9]
Kedatangan Isa akan didahului
oleh kondisi dunia yang dipenuhi kedzaliman, kesengsaraan & peperangan
besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi
yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan
berusaha membunuh Imam Mahdi, setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40
hari, maka Isa akan diturunkan dari langit untuk menumpas dajjal
Membunuh
Dajjal
Artikel
utama untuk bagian ini adalah: Dajjal
Turunnya Isa ke bumi mempunyai
misi menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala
penyimpangan agama ,ia akan bekerjasama dengan Imam Mahdi memberantas semua
musuh-musuh Allah.
§ Dikisahkan
setelah Isa selesai menunaikan salat, ia berkata: "Keluarlah kamu (pasukan
kaum muslimin) semua bersama kami untuk menghadapi musuh Allah, yaitu
dajjal." Lalu mereka pun keluar, kemudian Ia (Isa) dilihat oleh dajjal
silaknat yang baru saja mendakwa kepada manusia, bahwa ia adalah raja yang
mendapat petunjuk dan pemimpin yang jenius serta bijaksana, bahkan mengaku
sebagai Tuhan Yang Maha Tinggi. Begitu Isa dilihat oleh dajjal, dajjal pun
meleleh seperti garam yang meleleh di dalam air. Kemudian dajjal melarikan
diri, akan tetapi ia dihadang oleh Isa di pintu kota Lud di Palestina.
Sekiranya Isa membiarkan saja hal ini maka dajjal akan hancur seperti garam
dalam air, akan tetapi Isa berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku berhak
untuk menghajar kamu dengan satu pukulan." Lalu Isa menombak dan
membunuhnya, maka Isa memperlihatkan kepada semua orang darah dajjal di
tombaknya. Maka tahu dan sadarlah para pengikut dajjal dari kalangan Yahudi ,
bahwa dajjal bukanlah Allah. Jika benar apa yang didakwakan dajjal (dajjal
mengaku sebagai tuhan) tentulah dajjal tidak akan dapat dibunuh oleh Isa.
Menyelamatkan
manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj
Salah satu tugas besar beliau
setelah membunuh dajjal adalah menyelamatkan ummat manusia dari fitnah Ya’juj
dan Ma’juj.[10]
§ Dikisahkan,
fitnah dan kejahatan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) sangat besar dan menyeluruh,
tiada seorang manusiapun yang dapat mengatasinya, jumlah mereka pun sangat
banyak sehingga kaum Muslimin akan menyalakan api selama 7 tahun untuk
berlindung dari penyerangan mereka, para pemanah dan perisai mereka.[11]
§ Maka saat
mereka telah keluar (dari diding tembaga yang mengurung mereka sejak zaman raja
Zulkarnain) maka Allah SWT berkata kepada Isa ibn Maryam: ”Sesungguhnya Aku
telah mengeluarkan hamba-hamba (Ya’juj dan Ma’juj) yang tidak mampu diperangi
oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hambaKu ke Thur
(Thursina)”
§ Dan di
Thur terkepunglah Nabiallah ‘Isa beserta para sahabatnya, sehingga harga sebuah
kepala sapi lebih mahal dari 100 dinar kamu hari ini.Kemudian Nabiyullah ‘Isa
dan para sahabatnya, menginginkan itu, maka mereka tidak menemukan sejengkalpun
dari tanah di bumi kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk mereka.
Kemudian Isa dan sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah SWT maka Allah
mengutus seekor burung yang akan membawa mereka kemudian menurunkan mereka
sesuai dengan kehendak Allah , kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak
meninggalkan satu rumahpun di kota atau di kampung, maka Ia membasahi bumi
sehingga menjadi seperti sumur yang penuh.”[12]
Dahsyatnya fitnah Ya’juj dan
Ma’juj digambarkan dalam sebuah hadist Rasulullah saw. sebagai berikut:
§ "Dinding
Ya'juj dan Majjuj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia,
sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
|
“
|
Dan mereka turun dengan cepat dari
seluruh tempat-tempat yang tinggi. (QS . Al Anbiyaa' : 96)
|
”
|
Maka mereka akan menyerang
manusia, sedangkan kaum Muslim akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan
benteng-benteng mereka, kemudian mereka mengambil binatang-binatang ternak
bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya'juj dan Ma'juj) meminum semua air di bumi,
sehingga apabila sebahagian mereka melewati sebuah sungai maka merekapun
meminum air sungai tersebut sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari
mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut, maka mereka berkata:
"Dulu di sini pernah ada air". Dan apabila tidak ada lagi manusia
yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah
salah seorang dari mereka: "Mereka-mereka penduduk bumi sudah kita habisi,
maka yang tertinggal adalah penduduk langit", kemudian salah seorang dari mereka
melemparkan tombaknya ke langit, dan tombak tersebut kembali dengan berlumur
darah yang menunjukkan suatu bala dan fitnah.
Maka tatkala mereka sedang asyik
berbuat demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus ulat ke pundak mereka
seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka
pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslim berkata:
"Apakah ada seorang laki-laki yang mau menjual dirinya untuk kami berani
mati) untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh musuh kita ini?" maka
majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan (menganggap) bahwa ia telah
mati, kemudian dia menemui bahwa mereka semua telah mati dalam keadaan sebagian
mereka di atas sebagian yang lain (berhimpitan), maka laki-laki tersebut menyeru:
"Wahai semua kaum Muslim bergembiralah kamu sesungguhnya Allah Subhanahu
wa Ta'ala sendiri sudah membinasakan musuhmu", maka mereka pun keluar dari
kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke
padang-padang rumput kemudian padang rumput tersebut dipenuhi oleh
daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh)
seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong.”[13]
Menjadi pemimpin
yang adil di akhir zaman
Menurut suatu riwayat, Isa
setelah turun dari langit akan menetap dibumi sampai wafatnya selama 40 tahun.
Ia akan memimpin dengan penuh keadilan, sebagaimana yang diceritakan dalam
hadist berikut :
§ “Demi yang
diriku berada ditangan-Nya, sesungguhnya Ibnu Maryam hampir akan turun di
tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil, maka ia akan menghancurkan
salib, membunuh babi, menolak upeti, melimpahkan harta sehingga tidak
seorangpun yang mau menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik
dari dunia dan segala isinya.”[14]
Menunaikan
ibadah haji
Diceritakan dalam sebuah hadist
bahwa Isa akan melaksanakan haji.
§ ”Demi Dzat
yang diriku berada ditanganya, sesungguhnya Ibnu Maryam akan mengucapkan tahlil
dengan berjalan kaki untuk melaksanakan haji atau umrah atau kedua-duanya
dengan serentak.”[15]
Isa akan
wafat
Setelah Isa menjadi pemimpin yang
adil di akhir zaman, Allah akan mewafatkan beliau. Hanya Allah saja yang tahu kapan dan
dimana Isa akan diwafatkan. Setelah wafatnya Isa Al-Masih dunia kemudian dunia
akan kiamat.
Al-Hawâriyyûn
(Pengikut)
Dalam berdakwah, Isa didampingi
para pengikutnya yang disebut al-Hawâriyyûn,
yang jumlahnya 12 orang, sesuai dengan jumlah suku (sibith) Bani
Israil, sehingga masing-masing hawari ini ditugaskan untuk menyampaikan
risalah Injil bagi masing-masing suku Bani Israil. Namun nama-nama hawari
tersebut tidaklah disebutkan di dalam Al-Quran. Kisah para sahabat Isa ini
terdapat dalam surat Al-Mâ'idah: 111-115 dan surat Ãli-'Imrân: 52. Dalam surat
tsb diceritakan bahwa al-Hawâriyyûn meminta Isa untuk menurunkan makanan dari
langit. Nama surat Al-Maidah yang berarti makanan diambil karena mengandung
kisah ini. Kejadian turunnya makanan dari langit ini makin menambah ketebalan
iman para pengikut Isa
Kepercayaan dasar Islam tentang Isa
Isa disebutkan dengan banyak nama
di dalam Al-Quran. Sebutan yang paling umum adalah "Isa bin Maryam"
(Isa putra Maryam), kadang-kadang diawali dengan julukan lain. Isa juga diakui
sebagai seorang nabi dan utusan (rasul) Allah. Istilah wadjih ("patut dihargai dalam dunia ini dan
selanjutnya"), mubārak ("diberkati" atau "sumber manfaat
bagi orang lain"), `abd-Allah (hamba Allah) adalah semua yang digunakan
dalam Al-Qur'an dalam memberikan nama/julukan kepada Isa.
Nama lain yang sering disebutkan
adalah Al-Masih, yang
diterjemahkan ke "Mesias". Islam menganggap semua nabi, termasuk Isa, sebagai manusia
biasa dan tanpa berbagi dalam Ketuhanan, sehingga tidak sama dengan konsep
Kristen tentang Mesias. Muslim menjelaskan penggunaan kata Masih dalam Al Qur'an sebagai merujuk kepada
Isa, yaitu status sebagai seorang yang diurapi dan merupakan bentuk pujian,
dengan mukjizatnya antara lain ialah dapat menyembuhkan orang sakit dan
menyembuhkan mata orang buta. Ayat Qur'an juga menggunakan istilah kalimatullah (yang berarti "firman
Tuhan") sebagai penjelasan tentang Isa, yang mengakui dirinya sebagai
sebagai utusan Allah, dan berbicara atas nama Allah.
Teologi
Ajaran Islam menganggap Isa hanya
sebagai utusan Allah saja. Kepercayaan yang menganggap Isa sebagai Allah atau
Anak Allah, menurut Islam adalah perbuatan syirik(mengasosiasikan
makhluk sama dengan Allah), dan dengan demikian dianggap sebagai suatu
penolakan atas konsep Keesaan Tuhan (tauhid).
Islam melihat Isa sebagai manusia
biasa yang mengajarkan bahwa keselamatan datang dengan melalui kepatuhan
manusia kepada kehendak Tuhan dan hanya dengan cara menyembah Allah saja.
Dengan demikian, Isa dalam ajaran Islam dianggap sebagai seorang muslim, begitu
pula dengan semua nabi
Islam. Islam dengan demikian menolak konseptrinitas dalam Ketuhanan Kristen, seperti juga konsep tentang Ketuhanan
Yesus
Pendahulu
Muhammad
Muslim meyakini bahwa Isa adalah sebagai seorang nabi pendahulu Muhammad, dan
menyatakan bahwa setelah ia akan muncul seorang nabi terakhir, sebagai penutup
dari para nabi utusan Tuhan. Hal ini berdasarkan dari ayat Al-Qur'an, di mana
Isa menyatakan tentang seorang rasul yang akan muncul setelah dia, yang bernama
Ahmad. Islam mengasosiasikan Ahmad sebagai Muhammad. Muslim juga berpendapat
bahwa bukti Isa telah memberitahukan tentang akan hadirnya seorang nabi
terakhir ada di dalam kitabnya.
Suatu argumentasi dari pakar
muslim[rujukan?] menyatakan bahwa kata bahasa Yunani parakletos, yang
berarti "penghibur" yang diramalkan akan datang dalam Injil
Yohanes, sesungguhnya adalah kata periklutos,
yang berarti "termasyhur, agung, terpuji". Kata terakhir ini dalam bahasa
Arab dianggap
sebagai Ahmad, atau Muhammad.